Sikap ketika dikritik

Misalkan ada seseorang yang berkata padamu:

“Sesungguhnya pada dirimu terdapat kekurangan/aib”

Lakukanlah dua hal berikut:

Klik untuk melanjutkan bacaan…

Berbangga diri (ujub)

1. Jika kita bandingkan, dunia dan akhirat…

Sebanding tidak? TIDAK.. bahkan disebutkan dalam BANYAK ayat maupun hadits shahiih, akan kehinaan dunia; dan tidak ada bandingannya sama sekali terhadap aakhirat..

2. Dalam perkara lain, yang ini menyangkut perkara akhirat..

Membangga-banggakan ilmu akhirat (ilmu syar’iy) tercela tidak?! TERCELA SEKALI..

Maka jika kembali ke point pertama, maka orang-orang yang membangga-banggakan ilmu dunia LEBIH LEBIH LEBIH JAUH TERCELA dibandingkan mereka yang membangga-banggakan ilmu akhiratnya. sudah jelas dunia, tidak ada apa-apanya dengan akhirat, bahkan hina… kok dibanggakan?!

3. Serupa dengan perkara kedua, kita tanyakan: “membangga-banggakan amalan -yang diklaim- untuk kehidupan aakhirat… tercela tidak? SANGAT-SANGAT TERCELA!”

Maka kembali kita katakan: “maka orang yang membangga-banggakan amalan dunianya LEBIH LEBIH LEBIH TERCELA!”

Maka ada dua pelajaran penting:

- Hendaknya orang-orang yang menuntut ilmu aakhirat, TIDAK MENYERUPAI orang-orang yang menuntut ilmu dunia, yang saling membanggakan ilmunya.. ditakutkan sikap berbangga diri ini, dikarenakan dalam niatnya TERSELIP keinginan “duniawi” sehingga ia dalam amal akhiratnya, seperti ahlid-dunyaa dalam amalan duniawinya..

- Dan hendaknya orang-orang yang aalim dalam perkara duniawi, tidak menyombongkan diri dengan ilmu dunianya tersebut… ketahuilah jika Allah mensifatkan dunia itu hina… maka mengapa engkau berbangga dengan ilmu yang berkaitan dengannya? bukankah termsuk dosa besar memuliakan apa yang dihinakan Allah? dan termasuk dosa besar membanggakan sesuatu? apalagi membanggakan sesuatu yang justru hina?!

Klik untuk melanjutkan bacaan…

Luruskan dan rapatkan shaff!!!

Merapikan dan merapatkan shaf merupakan perkara yang disyari’atkan agama

Ulama telah sepakat dan tidak ada perbedaan pendapat dikalangan mereka tentang masyru’iyahnya (pensyariatannya). Dalam banyak hadits, Nabi shallallaahu ‘alayhi wa sallam selalu mewanti-wanti orang-orang yang sedang shalat untuk selalu memperhatikan shafnya , diantaranya beliau bersabda:

عِبَادَ اللهِ ! لَتَسُوُّنَّ صُفُوْفَكُمْ أَوْ لَيُخَالِفَنَّ اللهُ بَيْنَ وُجُوْهِكُمْ

“Benar-benarlah kalian dalam meluruskan shaf, atau (jika tidak) niscaya Allah akan membuat perselisihan di antara wajah-wajah kalian 1

(HR. Muslim No. 436)

Klik untuk melanjutkan bacaan…

Sebelum menuliskan sesuatu di Internet (fb/twitter/blog)

Maka perhatikanlah hal berikut:

1. Ketahuilah, orang yang berakal itu tampil untuk menyampaikan sesuatu…
sedangkan orang bodoh dan suka cari perhatian menyampaikan sesuatu UNTUK TAMPIL.. dan hal ini berkaitan dengan NIAT.. maka LURUSKAN NIATMU sejak awwal..

2. Landasilah dengan ilmu (dan pemahaman yang benar)

* Kalau masalah duniawi, PASTIKAN info yang disebutkan bukan merupakan suatu DESAS-DESUS atau “KATANYA dan KATANYA” atau informasi YANG BARU SAJA DIDENGAR/DILIHAT/DIBACA tapi belum diverifikasi kebenarannya..

* Kalau masalah agama, PASTIKAN bahwa engkau MEMILIKI ILMU sebelum menyampaikannya. Ilmu tentang apa yang hendak engkau sampaikan, engkau juga HARUS TAHU/BERILMU tentang maslahat-mudharat dari apa yang akan engkau sampaikan tersebut..

3. Kemudian terus senantiasa koreksi niat ketika SEDANG, maupun SETELAH menyampaikan apa yang ingin kita sampaikan.. jagalah KEIKHLASHAN tersebut, sampai akhir hayat.. jangan sampai engkau menghapus amalan tersebut disebabkan engkau riya’ atau sum’ah atau ujub karena niatmu yang jelek, atau berubahnya niatmu pada pertengahan amal, atau berubahnya niatmu setelah beramal..

Klik untuk melanjutkan bacaan…

Menjadi suami idaman istri

Oleh: Ustadz Firanda Andirja Hafizhahullaahu ta’ala, dengan judul sali: “Suami Sejati”, dicopas dari website beliau dengan peringkasan.

Sebaik-baik kalian adalah yang terbaik bagi istrinya…

Wahai para suami renungkanlah sabda dan nasihat Nabi kalian Muhammad shallahu ‘alaihi wa sallam, suami teladan umat ini…

خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لِأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لِأَهْلِي

“Sebaik-baik kalian adalah yang terbaik bagi istrinya dan aku adalah orang yang terbaik di antara kalian terhadap istriku”

(HR At-Thirmidzi no 3895 dari hadits Aisyah dan Ibnu Majah no 1977 dari hadits Ibnu Abbas dan dishahihakan oleh Syaikh Al-Albani (lihat As-Shahihah no 285))

Beliau shallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda

أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِيْنَ إِيْمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا وَخِيَارُكُمْ خِيَارُكُمْ لِنِسَائِهِمْ خُلُقًا

“Orang yang imannya paling sempurna diantara kaum mukminin adalah orang yang paling bagus akhlaknya di antara mereka, dan sebaik-baik kalian adalah yang terbaik akhlaknya terhadap istri-istrinya”.

(HR At-Thirmidzi no 1162 dari hadits Abu Hurairah dan Ibnu Majah no 1987 dari hadits Abdullah bin ‘Amr, dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani (lihat As-Shahihah no 284))

Klik untuk melanjutkan bacaan…

Apabila hanya Allah yang diseru… Kesallah hati mereka!

Allah berfirman:

وَإِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَحْدَهُ اشْمَأَزَّتْ قُلُوبُ الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِالْآخِرَةِ

Dan apabila hanya nama Allah saja disebut, KESALLAH HATI orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat;

وَإِذَا ذُكِرَ الَّذِينَ مِن دُونِهِ إِذَا هُمْ يَسْتَبْشِرُونَ

dan apabila nama sembahan-sembahan selain Allah yang disebut, tiba-tiba mereka bergirang hati.

(Az-Zumar: 45)

Klik untuk melanjutkan bacaan…

Sebelum engkau menyalahkan anakmu…

Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda:

مَا مِنْ مَوُلُودٍ إِلاَّ يُوْلَدُ عَلىَ الْفِطْرَةِ

“Tidaklah setiap anak yang lahir kecuali dilahirkan dalam keadaan fitrah [yaitu dalam keadaan Islaam, yang lurus aqidah dan akhlaqnya]

فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ

Maka kedua orang-tuanyalah yang akan menjadikannya sebagai Yahudi, Nasrani, atau Majusi.

Klik untuk melanjutkan bacaan…

Diantara jenis kekufuran serta kesyirikan yang harus kita ketahui, jauhi, serta waspadai!

Berikut diantara bentuk kekufuran dan kesyirikan yang hendaknya kita ketahui, jauhi serta waspadai……

Klik untuk melanjutkan bacaan…

Meraih Keutamaan Majelis Dzikir

dari Abu Hurairah dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إِنَّ لِلَّهِ مَلَائِكَةً يَطُوفُونَ فِي الطُّرُقِ يَلْتَمِسُونَ أَهْلَ الذِّكْرِ

“Sesungguhnya Allah memiliki malaikat yang selalu berkeliling di jalan-jalan, dan mencari-cari majelis dzikir…

Klik untuk melanjutkan bacaan…

Teman yang baik

Tanya: Siapakah yang pantas disebut dengan teman yang baik? Jawab: teman yang baik adalah teman yang menemanimu ketika engkau sulit maupun senang.

Tapi ketahuilah, tidak ada satupun yang akan menemani kita dialam kubur kelak! Baik itu teman kita (sekalipun teman kita tersebut orang bertaqwa), bahkan keluarga kita sekalipun! Tapi, menurut sabda nabi, ada teman yang akan menemani kita dialam kubur… Siapakah?!

Klik untuk melanjutkan bacaan…