Alangkah meruginya jika mati dalam keadaan kaafir/musyrik/munaafiq

Allaah berfirman:

يَوَدُّ الْمُجْرِمُ لَوْ يَفْتَدِي مِنْ عَذَابِ يَوْمِئِذٍ بِبَنِيهِ . وَصَاحِبَتِهِ وَأَخِيه , وَفَصِيلَتِهِ الَّتِي تُؤْوِيه , وَمَن فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا ثُمَّ يُنجِيهِ كَلَّا

…Orang kafir ingin kalau sekiranya dia dapat menebus (dirinya) dari azab hari itu dengan anak-anaknya, isterinya, saudaranya, kaum familinya yang melindunginya (di dunia), Dan orang-orang di atas bumi seluruhnya kemudian (mengharapkan) tebusan itu dapat menyelamatkannya. Sekali-kali (hal tersebut) TIDAK (akan dapat menyelamatkannya dari adzab tersebut) !…”

(al Ma’aarij: 11-15)

Allaah berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا لَن تُغْنِيَ عَنْهُمْ أَمْوَالُهُمْ وَلَا أَوْلَادُهُم مِّنَ اللَّهِ شَيْئًا وَأُولَٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

Sesungguhnya orang-orang yang kafir baik harta mereka maupun anak-anak mereka, sekali-kali tidak dapat menolak azab Allah dari mereka sedikitpun. Dan mereka adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.

(Aali Imraan : 116)

Allaah juga berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا وَمَاتُوا وَهُمْ كُفَّارٌ فَلَن يُقْبَلَ مِنْ أَحَدِهِم مِّلْءُ الْأَرْضِ ذَهَبًا وَلَوِ افْتَدَىٰ بِهِ أُولَٰئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ وَمَا لَهُم مِّن نَّاصِرِينَ

Sesungguhnya orang-orang yang kafir, dan mati sedang mereka tetap dalam kekafirannya, maka tidaklah akan diterima dari seseorang diantara mereka emas sepenuh bumi, walaupun dia menebus diri dengan emas (yang sebanyak) itu [di hari kiama kelak]. Bagi mereka itulah siksa yang pedih dan sekali-kali mereka tidak memperoleh penolong.

(Aali ‘Imraan : 91)

Rasuulullaah bersabda, bahwa Allaah berfirman:

يقول الله تعالى لأهون أهل النار عذاباً : لو كانت لك الدنيا وما فيها ومثلها معها أكنت مفتدياً بها ؟

Allaah berfirman kepada penduduk neraka yang paling ringan adzabnya, ‘Seandainya kamu mempunyai dunia dan segala isinya, apakah kamu menebus adzab ini dengannya?’

فيقول : نعم

Dia menjawab: ya

فيقول : قد أردت منك أهون من هذا وأنت فى صلب آدم . أن لا تشرك – أحسبه قال : ولا أدخلك النار – فأبيت إلا الشرك

Maka (Allaah) berfirman kepadanya: Aku telah menginginkan darimu apa YANG LEBIH RINGAN daripada ini sejak kamu masih dalam tulang sulbi Aadam, yaitu: ‘Hendaknya kamu tidak mempersekutukanKu, (perawi berkata: ) dan kalau tidak salah, Nabi shallallaahu ‘alayhi wa sallam bersabda (bahwa Allaah berfirman) Dan Aku tidak akan memasukkanmu kedalam api neraka, tapi kamu menolak, selain menyekutukanKu”

(HR. Ahmad, al Bukhaariy, dan selainnya)

Benar, dan Allaah telah mengabarkan hal ini kepada mereka:

وَإِذْ أَخَذَ رَبُّكَ مِن بَنِي آدَمَ مِن ظُهُورِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَأَشْهَدَهُمْ عَلَىٰ أَنفُسِهِمْ أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ قَالُوا بَلَىٰ ۛ شَهِدْنَا ۛ

Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi”

أَن تَقُولُوا يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّا كُنَّا عَنْ هَٰذَا غَافِلِينَ

(Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)”

أَوْ تَقُولُوا إِنَّمَا أَشْرَكَ آبَاؤُنَا مِن قَبْلُ وَكُنَّا ذُرِّيَّةً مِّن بَعْدِهِمْ ۖ أَفَتُهْلِكُنَا بِمَا فَعَلَ الْمُبْطِلُونَ

atau agar kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya orang-orang tua kami telah mempersekutukan Tuhan sejak dahulu, sedang kami ini adalah anak-anak keturunan yang (datang) sesudah mereka. Maka apakah Engkau akan membinasakan kami karena perbuatan orang-orang yang sesat dahulu?”

وَكَذَٰلِكَ نُفَصِّلُ الْآيَاتِ وَلَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

Dan demikianlah Kami menjelaskan ayat-ayat itu, agar mereka kembali (kepada kebenaran).

[al A'raaf : 172-176]

Dia juga dahulu telah memerintahkan mereka, agar mereka menyembahNya dan tidak menyekutukanNya sedikitpun juga:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ .

Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka MENYEMBAH kepada-Ku.

مَا أُرِيدُ مِنْهُم مِّن رِّزْقٍ وَمَا أُرِيدُ أَن يُطْعِمُونِ . إِنَّ اللَّهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِينُ

Aku tidak menghendaki rezeki sedikitpun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi-Ku makan. Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi rezeki Yang mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh.

(Adz Dzaariyaat: 56-58)

Dia juga berfirman:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Hai manusia, SEMBAHLAH Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa…

الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ فِرَاشًا وَالسَّمَاءَ بِنَاءً وَأَنزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجَ بِهِ مِنَ الثَّمَرَاتِ رِزْقًا لَّكُمْ

(Dzat) yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezeki untukmu…

فَلَا تَجْعَلُوا لِلَّهِ أَندَادًا وَأَنتُمْ تَعْلَمُونَ

karena itu JANGANLAH kamu MENGADAKAN SEKUTU bagi ALLAAH, padahal kamu mengetahui.

(Al Baqarah : 21-22)

Juga firmanNya:

وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا

Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun.

(an Nisaa’ : 36)

Juga firmanNya:

قُلْ إِنِّي أُمِرْتُ أَنْ أَعْبُدَ اللَّهَ مُخْلِصًا لَّهُ الدِّينَ

Katakanlah: “Sesungguhnya aku diperintahkan supaya menyembah Allah dengan MEMURNIKAN KEATAATAN kepada-Nya dalam (menjalankan) agama….

وَأُمِرْتُ لِأَنْ أَكُونَ أَوَّلَ الْمُسْلِمِينَ

Dan aku diperintahkan supaya menjadi orang yang pertama-tama berserah diri”.

قُلِ اللَّهَ أَعْبُدُ مُخْلِصًا لَّهُ دِينِي

Katakanlah: “Hanya Allah saja Yang aku sembah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agamaku”.

فَاعْبُدُوا مَا شِئْتُم مِّن دُونِهِ قُلْ إِنَّ الْخَاسِرِينَ الَّذِينَ خَسِرُوا أَنفُسَهُمْ وَأَهْلِيهِمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَلَا ذَٰلِكَ هُوَ الْخُسْرَانُ الْمُبِينُ

Maka sembahlah olehmu (hai orang-orang musyrik) apa yang kamu kehendaki selain Dia. Katakanlah: “Sesungguhnya orang-orang yang rugi ialah orang-orang yang merugikan diri mereka sendiri dan keluarganya pada hari kiamat”. Ingatlah yang demikian itu adalah kerugian yang nyata.

(Az Zumar: 11-15)

Dia pun telah memerintahkan manusia untuk memeluk agamaNya, dan bahkan memerintahkan kaum muslimin (yg sudah memeluk agamaNya untuk ISTIQAMAH diatas agamaNya, agar jangan sampai membatalkan keislaman dan keimanan mereka… Dan agar mereka tidak wafat, kecuali dalam keadaan muslim:

إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَىٰ لَكُمُ الدِّينَ فَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ

Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam

(al Baqarah: 132)

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.

(Aali ‘Imraan: 102)

Maka alangkah menyesalnya orang-orang kaafir (dari kalangan ahli kitab, musyrikiin maupun munaafiqiin) di hari kiamat kelak, bahkan mereka berangan-angan agar sekiranya dahulu mereka didunia adalah seorang muslim, dan wafat dalam keadaan muslim:

رُّبَمَا يَوَدُّ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوْ كَانُوا مُسْلِمِينَ

Orang-orang yang kafir itu seringkali (nanti di akhirat) menginginkan, kiranya mereka dahulu (di dunia) menjadi orang-orang muslim.

(Al Hijr: 2)

Bahkan saking berputus asanya mereka dihari hisab, mereka ingin kalau mereka seperti binatang (yg setelah selesai hisab, diubah jadi tanah; tidak ada adzab neraka yg menantinya)

يَوْمَئِذٍ يَوَدُّ الَّذِينَ كَفَرُوا وَعَصَوُا الرَّسُولَ لَوْ تُسَوَّىٰ بِهِمُ الْأَرْضُ وَلَا يَكْتُمُونَ اللَّهَ حَدِيثًا

Di hari itu orang-orang kafir dan orang-orang yang mendurhakai rasul, ingin supaya mereka disamaratakan dengan tanah, dan mereka tidak dapat menyembunyikan (dari Allah) sesuatu kejadianpun.

(an Nisaa’ : 42)

Dalam hadits Abu Hurayrah, disebutkan bahwa beliau berkata:

إنَّ اللهَ يحشرُ الخلقَ كلَّهم كلَّ دابةٍ وطائرٍ وإنسانٍ يقول للبهائم والطيرِ كونوا ترابًا فعند ذلك يقول الكافرُ يَا لَيْتَنِي كُنْتُ تُرَابًا

Sesungguhnya Allaah mengumpulkan seluruh makhluqNya, seluruh binatang melata, burung, serta manusia. Dikatakan kepada binatang dan burung, “jadilah kalian tanah”, maka disaat itulah orang-orang kafir berkata: ‘Duhai, aku berharap sekiranya aku menjadi tanah [seperti binatang dan burung itu dijadikan tanah]’ [an Naba' : 40]

(dengan sanad yang shahiih; simak ash shahiihaah 4/607])

Juga dalam hadits ‘Abdullaah ibn ‘Amru radhiyallaahu ‘anhumaa disebutkan bahwa beliau berkata:

إذا كان يومُ القيامةِ مُدَّ الأديمُ وحُشِرَ الدَّوابُّ والبهائمُ والوحشُ ثم يحصلُ القِصاصُ بين الدوابِّ يُقتصُّ للشاةِ الجمَّاء من الشاةِ القرناءِ نطحَتْها فإذا فُرِغَ من القِصاصِ بين الدوابِّ قال لها كوني تُرابًا قال فعند ذلك يقول الكافرُ يَا لَيْتَنِي كُنْتُ تَرَابًا

Jika hari Kiamat telah tiba, bumi akan dibentangkan seperti kulit dan binatang akan dikumpulkan. Kemudian diberlakukanlah qishash di antara binatang hingga domba yang kehilangan tanduk akan menuntut qishash dari domba yang bertanduk. Jika qishash itu telah selesai dilaksanakan, kepada domba itu dikatakan, ‘Jadilah tanah!’ Saat itu orang kafir akan berkata, ‘Duhai, aku berharap sekiranya aku menjadi tanah [seperti binatang dan burung itu dijadikan tanah]’ [QS. an Naba': 40]”

[Sanadnya jayyid, simak ash shahiihaah 4/607]

Maka wahai orang-orang kaafir (dari kalangan ahli kitab maupun musyrikiin) yang belum beragama islaam… masuklah kedalam islaam… sebelum datangnya hari penyesalan itu…

Maka wahai orang-orang munaafiq, yang lisan dan identitasnya ‘muslim’, tapi hati, lisan dan anggota badannya benci serta memusuhi islam dan kaum muslimiin, hendaknya bertaubat dan kembali kepada ajaran islaam yang benar… sebelum datangnya hari penyesalan itu…

Maka wahai orang-orang muslim… hendaknya bertaqwa kepada Allaah dengan sebenar-benarnya taqwa… istiqamah diatas taqwa tersebut… jangan sampai mencampurkan ketauhidan itu dengna kesyirikan… jangan pula mencampurkan keimanan itu dengan kekufuran/kemunafiqan… agar kita diwafatkanNya dalam keadaan muslim…

Semoga bermanfaat

Leave a Reply


5 × = thirty five